PERKEMBANGAN REMAJA MENURUT PSIKOLOGI
Remaja
adalah masa peralihan diri anak menuju dewasa, pada masa ini terjadi berbagai
macam perubahan yang cukup bermakna baik secara fisik, biologis, mental dan
emosional serta psikososial.
Fase Pertumbuhan Remaja
Berikut ini
terdapat beberapa fase pertumbuhan remaja, terdiri atas:
1. Masa
pra-pubertas (12 – 13 tahun)
Masa
ini disebut juga masa pueral, yaitu masa peralihan dari kanak-kanak ke remaja.
Pada anak perempuan, masa ini lebih singkat dibandingkan dengan anak laki-laki.
Pada masa ini, terjadi perubahan yang besar pada remaja, yaitu meningkatnya
hormon seksualitas dan mulai berkembangnya organ-organ seksual serta
organ-organ reproduksi remaja.
Ciri-Ciri Remaja
-
Peningkatan emosional yang terjadi secara
cepat.
-
Perubahan yang cepat secara fisik yang
juga disertai dengan kematangan seksual.
-
Perubahan dalam hal yang menarik bagi
dirinya dan hubungan dengan orang lain.
-
Perubahan nilai, dimana apa yang mereka
anggap penting pada masa kanak-kanak menjadi kurang penting karena sudah
mendekati dewasa.
-
Kebanyakan remaja bersikap ambivalen dalam
menghadapi perubahan yang terjadi.
Permasalahan dalam Remaja
-
Kebutuhan akan figur teladan
-
Sikap Apatis : kecenderungan untuk menolak
sesuatu dan pada saat yang bersamaan tidak mau melibatkan diri di dalamnya.
-
Kecemasan dan kurangnya harga diri
-
Ketidakmampuan untuk melibatkan diri
-
Pemujaan akan pengalaman
2. Masa
pubertas (14 – 16 tahun)
Masa
ini disebut juga masa remaja awal, dimana perkembangan fisik mereka begitu
menonjol. Remaja sangat cemas akan perkembangan fisiknya, sekaligus bangga bahwa
hal itu menunjukkan bahwa ia memang bukan anak-anak lagi. Pada masa ini, emosi
remaja menjadi sangat labil akibat dari perkembangan hormon-hormon seksualnya
yang begitu pesat. Keinginan seksual juga mulai kuat muncul pada masa ini.
Pada
remaja wanita ditandai dengan datangnya menstruasi yang pertama, sedangkan pada
remaja pria ditandai dengan datangnya mimpi basah yang pertama. Remaja akan
merasa bingung dan malu akan hal ini, sehingga orang tua harus mendampinginya
serta memberikan pengertian yang baik dan benar tentang seksualitas. Jika hal
ini gagal ditangani dengan baik, perkembangan psikis mereka khususnya dalam hal
pengenalan diri/gender dan seksualitasnya akan terganggu. Kasus-kasus gay dan
lesbi banyak diawali dengan gagalnya perkembangan remaja pada tahap ini.
3. Masa
akhir pubertas (17 – 18 tahun)
Pada
masa ini, remaja yang mampu melewati masa sebelumnya dengan baik, akan dapat
menerima kodratnya, baik sebagai laki-laki maupun perempuan. Mereka juga bangga
karena tubuh mereka dianggap menentukan harga diri mereka. Masa ini berlangsung
sangat singkat. Pada remaja putri, masa ini berlangsung lebih singkat daripada
remaja pria, sehingga proses kedewasaan remaja putri lebih cepat dicapai
dibandingkan remaja pria. Umumnya kematangan fisik dan seksualitas mereka sudah
tercapai sepenuhnya. Namun kematangan psikologis belum tercapai sepenuhnya.
4. Periode
remaja Adolesen (19 – 21 tahun)
Pada
periode ini umumnya remaja sudah mencapai kematangan yang sempurna, baik segi
fisik, emosi, maupun psikisnya. Mereka akan mempelajari berbagai macam hal yang
abstrak dan mulai memperjuangkan suatu idealisme yang didapat dari pikiran
mereka. Mereka mulai menyadari bahwa mengkritik itu lebih mudah daripada
menjalaninya. Sikapnya terhadap kehidupan mulai terlihat jelas, seperti
cita-citanya, minatnya, bakatnya, dan sebagainya. Arah kehidupannya serta
sifat-sifat yang menonjol akan terlihat jelas pada fase ini.
Tugas Perkembangan Remaja
Tugas-tugas
perkembangan remaja menurut Hurlock (dalam Muhammad Ali, 2008 : 10) adalah :
-
Mampu menerima keadaan fisiknya
-
Mampu menerima dan memahami peran seks
usia dewasa
-
Mampu membina hubungan baik dengan anggota
kelompok yang berlainan jenis
-
Mencapai kemandirian emosional
-
Mencapai kemandirian ekonomi
-
Mengembangkan konsep dan keterampilan
intelektual yang sangat diperlukan untuk melakukan peran sebagai anggota
masyarakat
-
Memahami dan menginternalisasikan
nilai-nilai orang dewasa dan orang tua
-
Mengembangkan perilaku tanggung jawab
social yang diperlukan untuk memasuki dunia dewasa
-
Mempersiapkan diri untuk memasuki
perkawinan
-
Memahami dan mempersiapkan berbagai
tanggung jawab kehidupan keluarga.
Dalam
perkembangan remaja, ada fenomena yg saat ini makin banyak terjadi. Yaitu Toxic
Relationship. Dalam hubungan ini, satu remaja mengembangkan hubungan yang
overprotective dan umumnya didominasi perilaku yg tidak rasional demi memenuhi
kebutuhan "cinta".

Komentar
Posting Komentar